Dalam Sidang ujian terbuka program Doktor, Pendidikan Agama Islam, pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, Senin 23 Februari 2026, Mahasiswa S3 Universitas Islam Jakarta (UID), Promovendus Hasyim berhasil mempertahankan desertasinya didepan para punguji yang diantaranya, Ketua penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris penguji Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Farhana, M.PdI, MH (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Syahrulloh M.PdI (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) dan Penguji Eksternal Prof, Dr. Rusmin Tumanggor MA, (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Promovendus Hasyim dengan desertasinya berjudul “Pola Pembinaan Guru Raudhatul Athfal (RA) Studi Kasus Di Wilayah Kota Jakarta Utara”, telah berhasil menyusun program pembinaan guru dan proses pembinaannya, penyusunan visi dan misi untuk mencapai tujuan pembinaan Guru Raudhatul Athfal (RA) di wilayah Kota Jakarta Utara. dimana penelitian tersebut mampu memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis untuk para akademisi, institusi, guru dan masyarakat.
Penelitian tersebut dilaksanakan pada lembaga Raudhatul Athfal (RA) di Kota Jakarta Utara. Sasaran atau Fokus penelitian yaitu Pengurus Yayasan, Kepala Raudhatul Athfal, Pengawas Pendidikan, guru, para pembina yang memiliki tanggung jawab membina guru. Mereka ini data primer, dan data sekundernya berupa program kerja, laporan hasil evaluasi, dokumen-dokumen sebagai bukti fisik pelaksanaan dan aspek-aspek lainnya yang mendukung kegiatan di Lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif.
Teknis analisis data menggunakan analisa data model Miles dan Huberman atau model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Lembaga RA di Kota Jakarta Utara dalam melaksanakan pembinaan guru beragam, sesuai pemahaman para pembinanya masing-masing. adanya perbedaan pemahaman dalam pelaksanaan pembinaan guru yang belum sepenuhnya merujuk pada panduan pembinaan menuju pendidikan yang berkualitas. Untuk itu peneliti mengajukan Pola pembinaan guru meliputi pembinaan adminstratif dan akademik yang terdiri dari Pelatiahan dan workshop, pendampingan dan supervise individual, Pembentukan komunitas belajar professional (Professional Learning Community) dan On the Job learning.
Pelaksanaan pola pembinaan ini diperlukan panduan pembinaan guru yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan mutu pembelajaran menjadi lebih baik. Pemahaman pola pembinaan guru secara holistik mampu memberikan kontribusi positif bagi lembaga pendidikan RA sebagai pilihan utama masyarakat.
Dr Hasyim menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan lebih kepada frekuensi pembinaan yang inten melalui pola-pola yang kami susun, maka potensi Guru akan lebih meningkat, sehingga menjadi guru-guru yang kompetensinya luar biasa, bukan kompetensinya saja yang tinggi, Skill juga hebat, sehingga menjadi “Guru Idola”, dan orang tua akan senang dididik Guru Raudhatul Athfal, ungkapnya.
Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA usai menguji mengaku bangga dengan Dr Hasyim dengan hasil penelitian Akademik yang baru, dimana telah membuat Pola Kepemimpinan Guru-guru Raudhatul Athfal (RA), preschool education, khususnya skill dengan metode Diskusi serta pelatihan-pelatihan, sehingga para Guru RA mampu memperoleh penambahan ilmu bagaimana mengajar anak-anak didik RA.
Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si juga mengapresiasi atas Karya ilmiah Dr Hasyim yang telah membantu meningkatkan kompetensi Guru Raudhatul Athfal (RA), dan saat ini menjadi lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta yang ke 83, dan telah memberikan masukan bagaimana pola pembinaan Raudhatul Athfal pada PAUD dibawah binaan Kementerian Agama, dengan dimensi mulai dari penerapan Visi, Misi dari RA, hingga pelaksanaan program di masyarakat, mudah-mudahan pola pembinaan ini bisa memberikan masukan, khususnya dalam pengelolaan serta pembinaan Raudhatul Athfal, harapnya. (Wartadipuro).

