Dibulan Puasa Ramadhan sebagai Bulan Penuh Berkah, Rahmad dan Ampunan, dimana setiap amal kebaikan dilipatgandakan, telah menjadi berkah buat Mahasiswa Program Pascasarjana (Doktor) Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta Abdul Azis Afrizal, dimapa bertempat di Aula Bab Al Rasyidi, Kampus Universitas Islam Jakarta (UID) pada Senin 23 Februari 2026, Promovendus Abdul Azis Afrizal berhasil mempertahankan desertasinya didepan Dewan Penguji Program Doktor hingga meraih kesuksesan dengan dinyatakan lulus oleh Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), dan berhak menyandang Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, serta menjadi Lulusan yang ke 82.
Dr Abdul Azis Afrizal usai menerima Gelar Doktor PAI mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan pascasarjana Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Jakarta, bahkan Dr Abdul Azis Afrizal yang saat ini dipercaya sebagai Pendidik di SMPN 36 Jakarta Timur serta Anggota Komisi Dakwah MUI Pusat serta Ketua Komisi Mutu Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Jakarta, dan mengaku bersyukur seluruh pendidikan tinggi program Studi Pendidikan Agama Islam, mulai dari S1, S2 hingga S3 dapat diraih di Kampus tercinta Universitas Islam Jakarta, bahkan diakuinya Alumni UID tersebar di seluruh instansi baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga Dunia Usaha, dan disetiap pertemuan selalu berjumpa dengan Alumni UID yang “Mendunia”.
Diakuinya Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas tersebut memiliki sifat adaptif dari Kebijakan Pemerintah yang dituangkan di ranah pendidikan, bagaimanapun kebijakan pemerintah ini bukan untuk dijadikan ajang penolakan, tetapi menjadi sesuatu kelebihan yang sifatnya bisa membuat Karakter Peserta Didik di sekolah-sekolah, baik sekolah umum, baik Negri maupun Swasta.
Bagaimana nilai-nilai internalisasi Agama yang berdasarkan syariat bisa dituangkan dalam kehidupan sehari-hari, penelitian tersebut juga dilakukan karena adanya perkembangan globalisasi saat ini yang tidak bisa dihindari, untuk itulah konsep ini menjadi pembaharuan dengan apa yang menjadi ide atau gagasan sebelumnya, dan menjadikan sesuatu yang berlebih, yaitu Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas, ungkap Dr Abdul Azis Afrizal.
Dimana penelitian tersebut dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan guru untuk mewujudkan budaya relegius yang adaptif di SMP, serta untuk menerapkan pemberdayaan budaya religius disekolah, bahwa Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas tersebut untuk menerapkan konsep inovasi manajemen pembelajaran yang adaptif yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, evaluasi dan refleksi dalam mewujudkan budaya religiusitas pada Sekolah Menengah Pertama di Jakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, dengan jenis rancangan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan hasil penelitian ini sebagai Contextual Novelty, yang berdasarkan konsep inovasi manajemen pembelajaran PAI, dasar pemikiran religius dikembangkan dengan mengamalkan nilai-nilai agama yang diyakini dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan memanfaatkan jam tambahan pada kegiatan Ekstrakurikuler. Pola pelaksanaan manajemen Pembelajaran PAI yang diinovasikan seperti, penerapan budaya religius.
Inovasi Manajemen Pembelajaran itu sendiri, pertama melihat daripada pemikiran pengembangan budaya, yang kedua adalah manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam itu sendiri, dan yang terakhir adalah implikasi dari istilahnya, bahwasanya kita bisa melihat temuan-temuan yang terjadi di dalam penelitian, karena ketika penelitian ini diambil penelitian profesi menggunakan penelitian kualitatif yang berdasarkan dari metode teknologi yang melihat dari suatu peristiwa-peristiwa yang sifatnya nyata, dan ketika sudah mendapatkan semua temuan tersebut, kita implikasikan inovasi-inovasi yang sesuai, agar menjadi lebih inovasi dengan zaman era modern pada saat sekarang ini. dan inovasinya ada lima, yang pertama adalah Inovasi Manajemen Pembelajaran, yang kedua adalah pelaksanaan yang terencana, ketiga adalah organisasi atau pengorganisasian, keempat adalah evaluasi dan yang terakhir adalah refleksi.
Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA usai menguji mahasiswa S3, menegaskan bahwa Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas hasil penelitian Dr Abdul Azis Afrizal tersebut cukup menarik, bagaimana pendidikan Agama Islam itu bisa sukses, tidak hanya dilihat dari indikator peserta didik di dalam kelas, tetapi juga dengan kegiatan diluar kelas, sehingga perilakunya terkontrol dengan portofolio, sehingga hasilnya menarik untuk diterapkan di semua sekolah, harapnya.
Hal yang sama juga di ungkapkan Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si usai menguji Mahasiswa dalam Sidang Ujian Doktor PAI UID, serta mengaku bersyukur hari ini di bulan Ramadhan, 2 Mahasiswa Pascasarjana S3 Pendidikan Agama Islam UID telah menyelesaikan tugas akademik dan lulus sebagai lulusan program Doktor PAI, dimana Dr Abul Azis Afrizal menjadi lulusan yang ke 82, dimana Dr Abdul Azis Afrizal telah mampu melakukan inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah menegah pertama yang berkaitan dengan Budaya Religiusitas yang juga berkaitan dengan ibadah, dan tentunya aklak.
Dan tentunya juga berkaitan dengan Kurikulun pendidikan itu sendiri, bagaimana dengan manajemen pembelajaran dilakukan mulai dari perencanaan, sampai pelaksanaan dan evaluasi, sehingga didalamnya ada Ibadah, aklak dan memiliki nilai-nilai lingkungan, sehingga didalamnya juga bisa dilihat dalam konsep digital, sehingga aplikasinya juga bisa digunakan oleh Guru-guru SMP dalam pembelajaran Agama Islam, ungkap Prof Raihan. (Wartadipuro).

